Header kec

PENGGIAT LAWAN NARKOBA

2020-10-13 00:00:00
Hotel Pangeran Khar
WhatsApp Image 2020-10-15 at 10.06.04

Terletak didaerah perbatasan, Kota Tanjung Selor khususnya dan Kalimatan Utara pada umumnya merupakan daerah yang memiliki banyak akses jalan masuk (jalan tikus) perdagangan narkoba. Kota Tanjung Selor sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Utara juga merupakan lokasi transit perdagangan narkoba.

Menyikapi hal tersebut, untuk meningkatkan peran serta masyarakat memerangi narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Utara menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan Instansi Pemerintah di Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara (13/10).

Peserta pada kegiatan tersebut diikuti oleh Kantor Kecamatan Tanjung Selor, Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kemenag Kab. Bulungan, Dinas PMD Kab.Bulungan, Dinas Sosial Kab.Bulungan, PMK Kab.Bulungan, Dinas Kesehatan Kab.Bulungan.

Kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk membentuk penggiat anti narkoba di masing-masing lingkungan kerja dengan harapan para penggiat anti narkoba di Kota Tanjung Selor dapat berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masing-masing.

Hal lain yang menjadi tujuan diselenggarakannya kegiatan ini ialah terbentuknya kerjasama antara BNN dan instansi pemerintah. Sinergitas antar instansi masih sangat dibutuhkan mengingat penyebaran narkotika yang semakin masif dan menyasar hampir ke seluruh sendi kehidupan di masyarakat.

Seperti yang disampaikan Kepala BNN Provinsi Kalimantan Utara, Brigjen. Pol. Drs. Henry P Simajuntak, M.M saat membuka acara pada peserta kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat P4GN di Lingkungan Instansi Pemerintah di Hotel Grand Pangeran Khar, Tanjung Selor. Dalam paparannya di depan penggiat anti narkoba di lingkungan pemerintahan Kota Tanjung Selor, Kepala BNNP Kaltara mengatakan bahwa masalah penanganan narkotika baik itu pemberantasan ataupun pencegahan bukan semata-mata janggungjawab BNN atau Kepolisian tetapi kita semua karena begitu luasnya wilayah serta banyaknya celah masuknya narkoba serta kurangnya personil serta fasilitas, ditambah lagi Indonesia merupakan jalur lalu lintas Internasional.

 “Jika masyarakat masih butuh narkoba maka narkoba itu tetap ada, jika masyarakat sudah tidak butuh narkoba maka narkoba itu tidak laku dijual kepada masyarakat”. Dan beliau juga menyampaikan bahwa sekarang bukan saatnya kita Anti Narkoba tetapi Lawan Narkoba, dan hal ini kita mulai dari lingkungan keluarga kita sendiri.

Kepala BNN Provinsi Kaltara berharap nantinya para penggiat anti narkoba lingkungan Instansi Pemerintah di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara dapat membuat rencana aksi dan menyusun regulasi terkait upaya pencegahan narkotika bisa dilakukan di lingkungan masing-masing.