headerev

Launching Di-Pro IKM yang Meningkatkan Pendapatan IKM di Kecamatan Tanjung Selor

IMG-20191016-WA0027

 

 

Tanjung Selor- Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Usaha Industri Kecil Menengah yang ada di Kecamatan Tanjung Selor, Kecamatan Tanjung Selor melalui Kasi Kessos Nurlina, S.Sos melakukan Program yang mendukung usaha IKM dengan meLaunching Di-Pro IKM atau Dampingi dan Promosi Industri Kecil Menengah dalam rangka Proyek Perubahan PIM-IV pada hari Rabu 16 Oktober 2019 yang di buka oleh Bupati Bulungan H.Sudjati, SE, M.Si dan Camat Tanjung Selor Errin Wiranda, SE. pada acara tersebut hadir juga pelaku usaha IKM di Kecamatan Tanjung Selor yang akan di dampingi pembuatan PIRT (Perizinan Produk Industri Rumah Tangga) dan pelaku usaha yang telah memiliki izin PIRT yang akan di promosikan di hotel-hotel, Pemilik hotel-hotel dan café yang menjadi tempat promosi bagi pelaku usaha IKM, hadir pula CSR setempat yang sangat membantu memfasilitasi usaha IKM setempat dalam rangka pembuatan izin PIRT dengan menyumbangkan Pendanaan.

Dalam Sambutannya Bupati Bulungan menyampaikan produk-produk yang dihasilkan olh Industri Rumah Tangga merupakan salah satu bentuk usaha ekonomi kerakyatan yang bergerak dalam usaha perdagangan sektor Informal, oleh karenanya perlu dilakukan pembinaan serta pemberdayaan kepada pelaku usaha dengan harapan agar produk industri rumah tangga mencapai standar mutu dan kualitas yang terjamin, sehungga peredarannya legal dipasaran dan tidak diragukan lagi oleh para konsumen.

Bupati Bulungan sangat mengapresiasi Program ini karena dengan adanya Di-Pro IKM dapat memperluas lagi pemasarannya sehingga IKM mampu memasuki pasar-pasar lokal, regional dan berdaya saing tinggi. Bupati juga mengharapkan dapat mendorong sumber daya manusia kecamatan yang ada untuk menjemput bola dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mebutuhkan izin PIRT serta mendorong IKM untuk berinovasi dalam pengembangan produk kemasan maupun brandit dengan berkualitas  dan penuh kreatifitas agar mudah dikenal peredarannya di pasar dengan lebih intensif mempromosikan produk-produknya dan memberikan solusi pemasaran yang lebih luas dengan melakukan pendampingan promosi.

Camat Tanjung Selor juga menyampaikan data Jumlah IKM yang telah mengikuti Penyuluhan dan Memperoleh Izin P IRT dari tahun 2014 hingga 2019, IKM yang telah mengikuti penyuluhan sebanyak 49 IKM dan yang memperoleh sertifikat P-IRT sebanyak 10 IKM. Maka dapat disimpulkan bahwa masih rendahnya pelaku Usaha IKM di Kecamatan Tanjung selor memperoleh Sertifikat P-IRT. Hal ini disebabkan karena memang masih terdapat persyaratan yang belum dipenuhi oleh pelaku IKM dalam mengajukan izin sebagaimana yang tercantum dalam peraturan Kepala BPOM RI Nomor HK.03.1.23.04-12.2206 Tahun 2012. Dan ini menjadi salah satu alasan kita mencoba untuk mendampingi atau memfasilitasi IKM yang ada untuk mendapatkan sertifikat P-IRT.

Kegiatan ini juga ada keterkaitan dengan salah satu dari agenda nawacita presiden yang ke 7 (tujuh) yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Kegiatan tersebut juga sesuai dengan misi ke 2 (dua) Bupati Bulungan yaitu mewujudkan industry berbasis masyarakat yang berdaya saing tinggi serta misi ke 5 (lima) yaitu mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang tinggi maju dan sejahtera. Semenjak terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara dengan Kota Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi, menjadikan Kecamatan Tanjung Selor semakin ramai dikunjungi sehingga tingkat pengunjung hotel pun semakin meningkat mengingat beberapa kegiatan seperti rapat koordinasi, sosialisasi, pelatihan , expo dan kegiatan lainnya berpusat di Tanjung Selor. Hal ini berdampak pada daya tarik pengunjung terhadap ke khasan dari Tanjung Selor dan menjadikan buah tangan ketika kembali ke daerahnya. Hal tersebut tentunya menjadi peluang bagi pelaku usaha IKM Kecamatan Tanjung Selor untuk menyediakan produk khas Tanjung Selor.
Camat Tanjung Selor berpesan kepada pelaku usaha IKM “Kita perlu terus meningkatkan semangat, motivasi dan tekad kita dalam mengembangkan Industri Kecil Menengah agar produktivitas, mutu produk semakin kuat dan daya saingnya semakin meningkat.”

Di-Pro IKM OK !!!