headerev

DI-Pro IKM

DI-Pro IKM

 

          DI-Pro (Dampingi Ijin dan Promosi) IKM merupakan suatu kegiatan dimana dilakukan pendampingan serta memfasilitasi bagi pelaku usaha IKM yang berada di wilayah Kecamatan Tanjung Selor untuk mendapatkan izin P-IRT (Produk Industri Rumah Tangga) dan mempromosikan IKM tersebut untuk memperluas pemasaran dalam rangka peningkatan kesejahteraan pelaku usaha.

          P-IRT adalah jaminan tertulis terhadap pangan hasil produksi Industri Rumah Tangga yang telah memenuhi persyaratan dan standar keamanan tertentu, dalam rangka produksi dan peredaran produk pangan.

          Dengan kata lain, P-IRT memiliki fungsi sebagai izin edar suatu produk pangan, di mana setelah memiliki P-IRT produk tersebut dapat secara legal diedarkan atau dipasarkan ke masyarakat luas. Oleh karena itu, produk yang memiliki P-IRT dapat mengedarkan produknya dengan jalur distribusi yang lebih luas, khususnya jika ingin memasarkan produknya di tempat yang strategis dan memiliki basis konsumen yang besar.

          Dengan dilatarbelakangi oleh peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan Perangkat Daerah Kabupaten Bulungan dengan uraian tugas pokok dan fungsi berpedoman pada peraturan Bulungan Nomor 60 Tahun 2016.Berdasarkan peraturan tersebut maka seksi ekonomi sosial dan kesejahteraan rakyat langsung bertanggung jawab kepada Camat dan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis bidang ekonomi, sosial dan kesejahtrraan rakyat dan dalam melaksanakan tugas dimaksud salah satu fungsi Seksi Ekonomi, sosial dan kesejahteraan adalah pengkoordinasian, pembinaan dan pengembangan serta pemantauan kegiatan perindustrian , perdagangan , kepariwisataan ,perkoperasian, Usaha Mikro, Usaha kecil dan Menengah (UMKM) serta golongan ekonomi lemah , pertanian, peternakan,perkebunan, perikanan, perhubungan dan ketransmigrasian di Kecamatan.

          Dengan mengacu pada tugas dan fungsi di atas yang dilaksanakan di Kecamatan tanjung selor khususnya pada fungsi pembinaan, pengembangan serta pemantauan kegiatan usaha mikro ,usaha kecil dan menengah (UMKM) maka perlu adanya perhatian pada bidang tersebut karena terdapat beberapa permasalahan, yaitu;

  1. Belum optimalnya pembinaan terhadap UMKM Kecamatan Tanjung Selor.
  2. Belum berjalannya pengembangan kegiatan UMKM Kecamatan Tanjung Selor

          Sesuai dengan kondisi pelaku UMKM khususnya IKM di Kecamatan Tanjung Selor (sebutan untuk UMKM yang menghasilkan produk yaitu IKM (Industri Kecil Menengah) yang sebagian telah mendapat pembinaan dari instansi terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM berupa penyuluhan tes keamanan pangan. Namun kegiatan pengembangannya belum berjalan karena baru sebagian kecil dari pelaku IKM tersebut yang memperoleh Izin P IRT. Dampak dari belum diperolehnya izin P IRT atas produk yang dihasilkan yaitu terbatasnya jangkauan pemasaran produk tersebut.

          Semenjak terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara dengan Kota Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi, menjadikan Kecamatan Tanjung Selor semakin ramai dikunjungi sehingga tingkat pengunjung hotel pun semakin meningkat mengingat beberapa kegiatan seperti rapat koordinasi, sosialisasi, pelatihan , expo dan kegiatan lainnya berpusat di Tanjung Selor. Hal ini berdampak pada daya tarik pengunjung terhadap ke khasan dari Tanjung Selor dan menjadikan buah tangan ketika kembali ke daerahnya.

          Hal tersebut tentunya menjadi peluang bagi pelaku usaha IKM Kecamatan Tanjung Selor untuk menyediakan produk khas. Namun karena terbatasnya jangkauan pemasaran menjadikan produk yang dihasilkan tersebut kurang berkembang walaupun sebagian dari IKM tersebut telah memiliki izin P-IRT (sebagaimana) data di atas yang berarti produk tersebut legal untuk diedarkan.

          Sehingga dengan semua permasalahan tersebut Kasi Kessos Kecamtan Tanjung Selor membuat Kegiatan DI-Pro IKM yaitu pendampingan dan promosi IKM kepada para pelaku IKM potensial untuk memenuhi sarana prasarana usaha untuk menunjang berjalannya kegiatan produksi yang akan berdampak pada penerbitan izin P IRT sehingga produk tersebut aman untuk beredar serta pendampingan untuk memperluas pemasaran produk dengan bekerjasama dengan pihak hotel.
Pendampingan dilaksanakan  dengan bekerja sama dengan instansi terkait serta pihak CSR yang diharapkan dapat turut berkontribusi terhadap pengembangan kegiatan IKM di Kecamatan Tanjung Selor.

Adapun Produk IKM yang telah di Promosikan yaitu :

  1. Amplang Nur Cahaya
  2. Banana Snack Ghedang
  3. Stick Udang dan Stick Ikan Abiyah
  4. Stick Kulit Singkong

Produk ini telah di perluas pemasarannya ke :

  1. Hotel Neo City
  2. Hotel Grand Anugrah
  3. Hotel Anugrah
  4. Panen Square
  5. Titik Labuh

Adapun IKM yang difasilitasi Ijin PIRT nya adalah :

  1. Kacang Disco Nurmia
  2. Seruyuk Kriuk Yumna Food
  3. Pastel Ebi Barmafood
  4. Amplang Berkah Badariyah
  5. Sambal Klarisan LIlis

IKM yang mendapatkan bantuan dari CSR adalah :

  1. Meja Kompor untuk Kacang Disco Nurmia
  2. Meja Kompor untuk Sambal Klarisan lilis
  3. Bak Pencucian Ikan untuk Yumna Food
  4. Drum, Banner dan timbangan digital untuk Amplang Berkah Badariyah
  5. Meja Produksi untuk Pastel Ebi Barmafood

dan para CSR yang sangat berperan besar dalam bantuan untuk IKM ini adalah:

  1. PT. Benamakmur Selaras Sejahtera
  2. Bank Kaltimtara
  3. Bank Perkreditan Rakyat
  4. CV. Nurulsalam